Tampilkan postingan dengan label Celoteh Emi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh Emi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Februari 2022

Perubahan Diri

Tak ada yang tidak berubah dalam kehidupan di atas bumi ini. Seperti halnya pergerakan poros bumi, perubahan siang dan malam juga adanya perubahan musim. 

Sesuatu yang terjadi adalah keniscayaan untuk berubah. Karena memang hakekatnya manusia harus ada perubahan, dan tentu saja selalu dituntut untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sehingga apabila tidak ada perubahan ke arah lebih baik maka akan dianggap sebagai sebuah kerugian. 

Seperti halnya moto yang selalu digaungkan kebanyakan manusia, bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan besok harus lebih baik daripada hari ini.

Perubahan yang dilakukan dalam diri kita akan membantu dalam sebuah proses perubahan pada tatanan yang lebih luas. Biasanya  perubahan yang dilakukan terjadi karena ada tuntutan situasi dan kondisi dalam lingkungan tempat tinggal kita. 

Semisal, keburukan atau kejelekan yang pernah dilakukan oleh seseorang, dan kemudian menjadi sebuah trademark yang melekat pada dirinya, tanpa proses perubahan yang konsisten niscaya akan terus menjadi trademark padanya. 

Namun, proses perubahan tentu tidak mudah. Banyak fase yang dilalui untuk menuju arah yang lebih baik. Atau perjalanan perubahan itu lebih bersifat evolusi perubahan. Perlahan, pelan-pelan dilakukan secara konsisten kemudian kebaikan itu menjadi habit yang akhirnya mengikis anggapan buruk sebelumnya. Tak mudah memang, tapi ingat bahwa perubahan itu sebuah keniscayaan.

Untuk mencapai sebuah keberhasilan, ada tangan-tangan lain yang turut menopang agar tak lelah dalam menjalaninya. Lingkungan sekitar misalnya, dukungan dan motivasi dari orang-orang di sekitarnya sangat membantu proses menuju perubahan tersebut. 

Dan biasanya, perubahan pada kebaikan yang dijalankan secara konsisten, akan menularkan pada yang lainnya, memberikan vibes positif untuk sentiasa berbuat baik. 

Tinggal masyarakat sekitar mau mendukung perubahan pada kebaikan atau mencemooh seakan hal itu tidak bisa dilakukan. Sehingga hasil akhirnya akan terlihat dari dampak dukungan tersebut. 

Jadi jangan jadi manusia yang tersisih ketika tidak bisa mengikuti perubahan kearah yang lebih baik. 
Mari berubah bersama untuk terus lebih baik sesuai dengan jalan yang dipilih masing-masing. Berubahlah untuk lebih baik lagi dalam menuntut ilmu, belajar dan mengamalkannya.

#setortulisanharian
#odop

Minggu, 06 Februari 2022

Jalan Takdir


"Ma, aku ingin terus kuliah, ingin keadaan kita lebih baik nantinya." Ujar Reni lirih, berupaya meyakinkan mamanya.

"Tapi keadaan kita tidak memungkinkan, Nak, bahkan untuk menyelesaikan SMA mu, mama harus menjual cincin mas kawin mama dengan almarhum papamu, Nak." Sang mama tergugu dalam kesedihan. Ada nada putus asa di sana.

"Aku akan bekerja, Ma, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membiayai kuliahku nanti, percaya Ma, Allah menyuruh kita untuk berusaha merubah keadaan, bukan hanya berdiam diri dan berpasrah tanpa melakukan apa-apa, ijinkan ya Ma?" Reni terus berkata untuk meyakinkan mamanya.

          ******

Demikianlah, kadang kita berfikir bahwa apa yang tengah menimpa diri adalah takdir dari Allah. Yang tidak bisa dirubah. Kemudian hanya berdiam meratapi, bahkan mewariskan masalah tersebut terus ke generasi berikutnya. Kemiskinan dan kebodohan misalnya.

Padahal jika kita merujuk pada pembagian takdir, ada yang disebut takdir mubram yaitu takdir yang mutlak hanya Allah SWT yang bisa menentukan, seperti kelahiran, jodoh dan kematian.

Namun ada juga takdir muallaq yaitu ketentuan Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia. Dalam takdir muallaq ini berkaitan dengan usaha atau ikhtiar manusia. Seperti kebodohan menjadi pintar karena belajar, kemiskinan menjadi lebih mampu setelah berusaha dan bekerja.

Seperti ada dalam Alquran : "Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Rad: 11)

Namun, sering sekali yang terjadi pada diri kita adalah dominasi sikap putus asa, sikap pasrah dan hanya menyerahkan semua pada kata takdir tanpa ada usaha dan pengorbanan untuk melepaskan sebuah himpitan masalah dengan mengupayakan sebuah usaha secara maksimal 

Tentunya tetap dibarengi dengan berdoa dan beribadah, serta menyerahkan ketentuan akhirnya pada Sang Pencipta.

Karena dalam takdir muallaq ada keharusan untuk manusia berikhtiar secara maksimal, dan tak akan bisa mengubah keadaan tanpa ada usaha melewati dan menyelesaikannya.

Bukankah banyak sekali ibroh yang bisa diambil dari berbagai kisah, yang dapat mengubah keadaan dengan segala upaya yang dimiliki untuk bisa meraih apa yang dikehendakinya. Seperti pada kasus Reni di atas. Ada banyak Reni-reni lain yang telah berhasil melewati masa sulit dan mendapatkan masa depan yang diimpikannya. Jadi, ayoo...jangan lelah untuk berusaha, kamu, aku dan kita layak punya mimpi dan mewujudkannya. 

#setortulisanharian
#odop

  MODUL AJAR MANUSIA, RUANG DAN LINGKUNGAN     I.           IDENTITAS MODUL                                                 ...