Kamis, 09 Januari 2014

Membuat siswa-siswa "Kepo" terhadap materi belajar

kepo adalah istilah yang sedang booming sekarang yang berasal dari bahasa inggris yaitu knowing everything for particular object, suatu sikap seseorang yang sangat ingin tahu hal terkecil dari sebuah objek, biasanya ini dikonotasikan negatif sebagai seorang yang selalu ingin tahu urusan orang lain.
namun dalam dunia belajar, sikap kepo ini bisa di kembangkan pada keingintahuan siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, jika hal ini berhasil dilakukan siswa-siswa niscaya akan bersemangat untuk mengetahui banyak hal tentang apa yang akan dipelajari selanjutnya.
ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan sikap kepo ini dalam dunia belajar antara lain :
a. pastikan guru faham betul materi yang akan disampaikan, berikut metode dan media apa yang akan digunakan.
b. pada saat memulai proses belajar dikelas pastikan siswa dalam kondisi nyaman dan tidak dalam kondisi tertekan, dibeberapa kasus yang ditemui ada guru yang ketika masuk sudah pasang wajah serius dan marah-marah, apalagi melihat ada sesuatu yang tidak berkenan bagi guru tersebut misalnya kelas kotor. jika mengalami kondisi tersebut, guru hendaknya menguasai diri dan tetap dalam kondisi relax, disela2 melakukan appersepsi, selipkan jokes segar agar siswa lebih tenang dan nyaman serta siap menerima pelajaran.
c. memasuki materi, kebetulan mata pelajaran yang saya ampu adalah IPS, jadi buatlah cerita yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan, biarkan cerita itu menggantung tidak sampai tuntas dan siswa sendiri yang berusaha menuntaskannya, contoh pada materi perubahan sosial budaya, buatlah cerita tentang perubahan yang terjadi dari masa kemasa, buat alur cerita yang menarik (keterampilan bercerita diuji), dan biarkan menggantung tanpa penyelesaian.
d. suruh siswa membuat lanjutan cerita yang berkenaan dengan materi perubahan sosial budaya, biarkan mereka membuat klimaks masalah dan langkah penyelesaian (integrasi dengan materi bahasa indonesia).
e. siswa membuat kesimpulan akhir dari materi tersebut.

Minggu, 17 Maret 2013

Ini mungkin bisa jadi alternatif belajar n mengajar sejarah yang kreatif
http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/13/03/16/mjqgh7-belajar-sejarah-dengan-mengubah-lirik-lagu
Bantu share yaaa

Mengajar sejarah itu ternyata asik banget...

Temans.....sebagai guru sejarah saya kerap merasa bosan mengajar sejarah dengan metode ceramah, amak2 didik terlihat tidak antusias, perlu ada inovasi mengajar agar kita sebagai guru merasa enjoy terlebih siswa agar merasa bahwa pelajaran sejarah itu menyenangkan....saya mencoba metode yang saya tulis di republika online, monggo di lihat....
http://m.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/13/03/16/mjqgh7-belajar-sejarah-dengan-mengubah-lirik-lagu
semoga bermanfaat....

Rabu, 05 Desember 2012

Aku bangga menjadi aku sebagi guru

Menjadi guru itu bukan cita-cita awalku, jika dulu ditanya akan jadi apa, pasti aku menjawab ingin psikolog atau pegawai kantoran semisal akuntan. walau akhirnya aku masuk UNJ dengan jurusan yang sangat tidak aku minati, pendidikan Geografi, semata-mata untuk memenuhi permintaan keluarga yang mensyaratkan UNJ jika mau kuliah. mungkin pertimbangan biaya yang sangat terjangkau yang menjadi alasan utama mereka, 250 ribu rupiah persemester saat itu. dan ada beberapa diantara teman-temanku yang mengalami perasaan yang sama, toh perjalanan kuliah di UNJ ini harus dilalui sampai selesai.
tahun-tahun pertama aku mengalami krisis pede, terlebih jika teman-temanku di universitas lain bertanya aku kuliah dimana dan jurusan apa, andai bisa tidak menjawab mungkin aku lebih baik tidak menjawab. tahun kedua dan selanjutnya aku mulai merasa nyaman, meski tetap orientasi pekerjaan setelah lulus bukan untuk menjadi guru, tetapi nyatanya di geografi aku bisa lulus dalam waktu 4 tahun kurang.
selama kuliah, demi untuk menambah uang saku, aku rela bekerja part time sebagai guru, mulai guru bantu disekolah swasta, di lemabaga bimbingan belajar dan guru privat. dan masa-masa sebagai guru part time ini menghadirkan perasaan cinta terhadap tugas sebagai pendidik. aku mulai pede menjawab setiap pertanyaan orang seputar tempat kuliah dan jurusan apa. 
Lulus kuliah hingga kini, nyatanya aku tidak pernah bekerja diluar profesiku sebagai guru. meleset dari cita-cita awal kuliah dulu. tapi aku senang menjalaninya, banyak inspirasi-inspirasi keilmuan yang aku dapatkan dari interaksiku dengan murid-muridku, tahun demi tahun, kini lebih dari 10 tahun aku abdikan diri menjadi pendidik, mudah-mudahan banyak yang bisa aku berikan untuk kemaslahatan generasi masa depan, dengan berupaya meningkatkan kapabilitas diri. dan aku bangga menjadi guru......
*sebagai guru swasta pada yayasan yang terbilang masih kecil, kecintaan mengajar itu tak bisa dinilai berapa rupiah yang aku terima, tapi sungguh,,,,apresiasi yang diberikan oleh siswa-siswaku selalu membuat aku cinta pada profesi ini

Jumat, 15 Juni 2012

Jaga karakter bangsa dengan internet sehat

Internet memang bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat luas khususnya didunia pendidikan menjadi sarana efektif dalam proses pembelajaran, namun yang menjadi kendala adalah seberapa banyak pengguna internet itu tidak menggunakan internet secara sehat, sangat memprihatinkan ketika Indonesia di kategorikan sebagai pengguna situs porno terbesar di Asia. pada saat kasus Ariel peterpan bergulir justru banyak masyarakat yang mengakses video tersebut dan tidak heran kemudian hal ini menjadi berita nasional bahkan mendunia. Dalam twitter banyak orang dari berbagai belahan dunia menjadi heran dan justru penasaran ada apa sih dengan Ariel sampai sedemikian hebohnya?. 
 Jika hal ini terus berlangsung maka tidak heran banyak kasus serupa menjadi konsumsi khalayak ramai dan celakanya banyak pengguna internet justru dari kalangan pelajar yang notabene adalah anak-anak tanpa filter sama sekali. melihat hal tersebut hendaknya sebagai pendidik guru berkewajiban untuk menjadi filter efektif bagi siswa dan masyarakat dengan mengkampanyekan internet sehat. Doni Budi Utoyo, seorang blogger menganalogikan internet itu sebagai secangkir kopi yang jika kita ingin menjernihkan air tersebut ada 2 cara yang dilakukan yaitu pertama, memfilter kopi dengan menggunakan filter dan yang kedua, menuangkanya dengan air jernih sebanyak-banyaknya. Dengan menfilter saja, besar kemungkinan ada hal-hal yang tidak tersaring dan tetap menjadi konsumsi buat pengguna internet, tetapi cara kedua dengan menuang sebanyak-banyaknya air jernih berarti membanjiri dunia internet dengan informasi-informasi sehat yang berguna sehinggakonten-konten yang tidak berguna dan cenderung merusak dapat tertutup dengan informasi-informasi yang baik dan tentu berguna bagi pengguna dunia maya. dan yang pasti internet harus menjadi media pembelajaran efektif bagi guru ketika guru mampu berbagi berbagai macam ilmu dengan internet.

Selasa, 01 Mei 2012

Tugas Ulangan Harian kelas VIII

1. Mengapa pranata sosial penting di terapkan dalam tatanan masyarat, dan sebutkan macam-macam pranata sosial yang ada dalam masyarakat.
2. Bagaimana jika salah satu temanmu bermasalah dengan narkotika, apakah tetap menjadi teman atau harus dijauhi? kemukakan alasanmu.
3. Jelaskan bagaimana menurut pendapatmu usaha yang harus dilakukan pemerintah dalam memberantas pengangguran !
4. Menurut pendapatmu, lebih baik membuat lapangan pekerjaan atau bekerja pada sebuah perusahaan tertentu !
5. Jelaskan macam-macam pengangguran yang kamu ketahui, dan berikan contohnya !
6. Menurut pendapatmu, apakah lapangan pekerjaan saat ini telah cukup untuk menyerap angkatan kerja untuk mendapat pekerjaan yang sesuai !

  MODUL AJAR MANUSIA, RUANG DAN LINGKUNGAN     I.           IDENTITAS MODUL                                                 ...